26.4 C
Jayapura
Tue, 22 Sep 2026

Ungkapan Duka Cita Mendalam Selsius Aron, Kepsek SMKN 1 Kuala Kencana: Hati Kami Hancur, Tolong Usut Tuntas Kasus Ini

Breaking News

PAPUANET.COM, TIMIKA – Awan hitam duka cita menggelayuti keluarga besar SMK Negeri 1 Kuala Kencana. Kepala sekolah, dewan guru, hingga seluruh siswa-siswi diselimuti rasa kehilangan yang mendalam atas tragedi berdarah yang merenggut nyawa dua siswa terbaik mereka, Nomison Genongga dan Tardius Kogoya.

Kedua siswa kelas XII jurusan Teknik Kendaraan Ringan (TKR) tersebut menjadi korban pembunuhan tragis di tempat mereka mengabdi dan menimba ilmu. Sejak 1 Juli 2026, keduanya tinggal di mes Bengkel Mobil Sendang Jaya (Bengkel Ketok Magic), SP 3, demi menuntaskan program Praktik Kerja Lapangan (PKL). Namun, tempat mereka merajut mimpi justru menjadi saksi bisu akhir hidup mereka yang memilukan.

Kepala SMK Negeri 1 Kuala Kencana, Drs. Selsius E. Aron, M.Pd., tak mampu menyembunyikan rasa syok dan duka saat memberikan keterangan kepada jurnalis PapuaNet.com di Timika, Senin 31 Agustus 2026. Ia mengaku berita kelam itu datang bagai petir di siang bolong.

“Kami pihak sekolah sama sekali tidak mengetahui hal ini sebelumnya. Kemarin siang seusai ibadah gereja, baru saya menerima pesan dan mengetahui berita tersebut sudah tersebar luas,” ungkap Selsius Aron dengan nada berat membuka pernyataan.

Selsius menjelaskan bahwa keberadaan kedua korban di bengkel tersebut merupakan bagian dari kewajiban kurikulum sekolah untuk mempersiapkan masa depan mereka.

“Secara aturan, praktik kerja seharusnya berlangsung selama enam bulan hingga Desember 2026. Namun karena jumlah siswa cukup banyak dan juga memperhatikan sekolah-sekolah lain, kami mempersingkat pelaksanaannya menjadi empat bulan saja, sehingga rencananya mereka akan ditarik kembali pada akhir Oktober 2026 nanti,” jelasnya.

Langkah kaki Nomison dan Tardius untuk kembali ke bangku sekolah pada Oktober nanti kini tinggal rencana. Kepergian mendadak dua remaja ini meninggalkan luka bagi sekolah, terutama bagi orang tua yang menitipkan harapan besar pada pundak mereka.

“Kami sangat kaget menerima informasi ini. Atas nama seluruh warga sekolah, saya menyampaikan belassungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga besar dan orang tua korban. Anak-anak ini adalah harapan orang tua dan masyarakat untuk dididik agar kelak dapat berhasil. Namun musibah ini terjadi tanpa pernah kita rencanakan dan tidak kita harapkan,” ujarnya dengan nada haru yang mendalam.

Di tengah kepedihan yang luar biasa, Selsius Aron juga menyuarakan ketegasan. Pihak sekolah menuntut keadilan nyata atas hilangnya nyawa anak didik mereka secara tidak manusiawi. Ia mendesak aparat kepolisian Mimika untuk bergerak cepat membongkar tabir hitam di balik peristiwa ini.

“Kami meminta pihak kepolisian dapat mengusut tuntas kasus ini secepat mungkin, sehingga dapat memberikan rasa keadilan bagi korban, keluarga, dan masyarakat. Pelaku harus ditindak tegas sesuai dengan hukum dan peraturan yang berlaku,” tegas Selsius Aron.(Namsa A)

- Advertisement -

Pilihan Editor

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Berita Terbaru

penghargaan nasional