TIMIKA, PAPUANET.COM — Anggota DPRK Mimika dari Fraksi Eme Neme Yauware, Hj. Rampeani Rachman, S.Pd, membagikan 5 tips sakti kepada masyarakat dalam menghadapi ancaman cuaca ekstrem dan dampak fenomena El Nino di Kabupaten Mimika.
Kelima poin mitigasi mandiri tersebut meliputi larangan membakar lahan sembarangan, menggencarkan gerakan tampung air bersih, menjaga kecukupan cairan tubuh agar terhindar dari dehidrasi, wajib melindungi diri dengan menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah, serta membatasi paparan langsung sinar matahari pada jam terik (pukul 10.00 hingga 15.00) demi mencegah heatstroke.
Srikandi Perindo ini menegaskan bahwa rangkaian tindakan preventif ini sangat penting diterapkan oleh seluruh warga Mimika, baik di kawasan perkotaan maupun wilayah pesisir. Mengingat dampak penurunan curah hujan yang drastis, risiko kekeringan dan melonjaknya suhu udara kini menjadi ancaman nyata yang harus diwaspadai bersama sebagai bagian dari strategi mitigasi daerah.
“Kondisi cuaca panas ekstrem ini memicu risiko tinggi. Kita harus belajar dari darurat kabut asap yang saat ini menimpa saudara-saudara kita di Kabupaten Biak Numfor akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kita di Mimika harus start melakukan tindakan antisipasi dan mitigasi,” ujar Anggota DPRK Mimika dari Dapil 6 ini kepada PapuaNet.com, Kamis 27 Agustus 2026.
Politisi perempuan yang juga duduk di Komisi III DPRK Mimika ini menaruh perhatian besar pada sektor kesehatan masyarakat. Menurutnya, kabut asap dari karhutla berpotensi besar meningkatkan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan sesak napas.
Oleh karena itu, ia meminta seluruh tenaga medis di Puskesmas maupun fasilitas kesehatan milik pemerintah untuk siaga penuh.
“Tenaga medis di Kabupaten Mimika harus siaga di masing-masing wilayah untuk melayani masyarakat apabila terjadi dampak El Nino. Akses layanan kesehatan di daerah pesisir juga harus mendapat perhatian khusus agar masyarakat di sana tetap memperoleh penanganan medis saat kondisi darurat,” pintanya tegas.
Lebih lanjut legislator dari Partai Perindo ini memberikan apresiasi tinggi atas respons cepat aparat kepolisian Mimika beserta instansi terkait yang sigap memadamkan kebakaran lahan di kawasan SP7 baru-baru ini. Tindakan petugas yang langsung mengedukasi warga pasca-kejadian dinilai sangat tepat untuk mencegah dampak yang lebih luas.
“Saya sangat mengapresiasi tindakan cepat polisi di lapangan, baik dalam memadamkan api di SP7 maupun langsung memberikan edukasi kepada warga setempat. Pengawasan seperti ini harus konsisten dilakukan agar tidak ada lagi yang membersihkan lahan dengan cara dibakar, karena sanksi tegas pasti menanti bagi para pelanggar,” tutur Rampeani.
Ia mengajak warga Mimika untuk proaktif menerapkan mitigasi mandiri dan menjaga lingkungan masing-masing demi meminimalkan dampak buruk siklus iklim global ini di tanah Mimika. (red)

