26 C
Jayapura
Thu, 06 Aug 2026

Reses Tahap II, Menjemput Asa di Atuka, Anggota DPRK Mimika Dominggus Kapiyau Kawal 4 Jeritan Hati Warga Mimika Tengah

Breaking News

PAPUANET.COM,TIMIKA – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Mimika, Dominggus Kapiyau, melakukan kunjungan kerja dalam rangka reses tahap II di Kampung Atuka, Distrik Mimika Tengah, pada hari Sabtu, 11 Juli 2026.

Kehadiran legislator dari Komisi III ini disambut hangat oleh warga Atuka yang menantikan ruang untuk menyuarakan persoalan hidup mereka. Bukan sekadar pertemuan formal, reses kali ini menjadi wadah bagi warga Atuka untuk menitipkan harapan besar lewat empat poin krusial yang mendesak untuk segera diselesaikan pemerintah daerah Kabupaten Mimika. Ke-empat jeritan hati warga Mimika Tengah tersebut adalah air bersih, koperasi merah putih, kasus 1 rumah dihuni  4 Kepala Keluarga dan penancapan balok atau tiang penopang baru jembatan Atuka yang tak sesuai keinginan masyarakat.

Dalam pertemuan yang berlangsung di Kantor Distrik Mimika Tengah tersebut, dihadiri Anggota DPRK Mimika, Dominggus Kapiyau beserta Staf Sekretariat DPRK Mimika, Sekretaris Kampung Atuka, Felik Kamapu,  serta puluhan warga Atuka.

Kepada Anggota DPRK Mimika Jalur Pengangkatan Daerah Mimika, Amar, Mimika Barat Tengah ini, warga kembali melontarkan  kritik keras kepada Pemkab Mimika terkait krisis air bersih yang belum bertepi hingga tahun 2026.

“Kami masyarakat mempertanyakan air bersih yang sudah diresmikan pemerintah daerah Mimika beberapa waktu lalu, kenapa sampai saat ini air tidak mengalir lagi. Padahal, saat peresmian air bisa mengalir, tapi beberapa saat kemudian sudah tidak lagi sampai sekarang,” tegas salah warga, Bernama Bruno Mokopia.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Mimika, Dominggus Kapiyau, melakukan kunjungan kerja dalam rangka reses tahap II di Kampung Atuka, Distrik Mimika Tengah, pada Sabtu, 11 Juli 2026. Foto: PapuaNet.com

Menurut Bruno, kondisi air bersih tersebut membuat warga Atuka harus berdamai dengan air payau. Hingga saat ini, pemenuhan kebutuhan sanitasi dan air minum layak konsumsi masih menjadi kemewahan yang sulit dijangkau. Warga mendesak Dominggus Kapiyau memperjuangkan aspirasi mereka kepada Pemkab Mimika.

“Kami saat ini hanya gunakan air hujan, tapi musim panas kami sudah dapat air minum,” paparnya.

Lebih lanjut, warga Atuka juga menyoroti Koperasi Merah Putih yang belum lama ini sempat menjadi pusat perhatian nasional saat menteri meresmikan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Atuka. Namun, menurut warga Atuka, kemegahan gedung saja tidak cukup.

“Jadi kami masyarakat Atuka minta kehadiran koperasi merah putih ini berfungsi ganda sebagai penyedia kebutuhan sekaligus pembeli hasil bumi warga Atuka,” katanya.

Bagi warga Atuka, selama ini, koperasi sering kali hanya dipandang sebagai toko penyedia sembako biasa. Namun, warga Atuka menuntut adanya perubahan fungsi yang radikal. Mereka ingin koperasi bertindak sebagai “off-taker” (pembeli siaga) untuk komoditas lokal utama mereka, seperti hasil tangkapan ikan, karaka, kelapa dan sagu,” katanya.

Anggota DPRK Mimika, Dominggus Kapiyau saat ditemui  PapuaNet.com sesaat setelah pertemuan dengan warga di Atuka, Sabtu 11 Juli 2026 pagi, mengatakan dirinya akan melanjutkan aspirasi tersebut ke Pemerintah Kabupaten Mimika.

“Aspirasi yang disampaikan warga dalam reses ini, akan ditindaklanjuti ke pemerintah daerah,” ujarnya.

Dalam reses tahap II tahun 2026 tersebut, Dominggus Kapiyau membagikan sembako  berupa beras, supermi, gula dan kebutuhan pokok lainnya kepada warga Atuka.(red)

- Advertisement -

Pilihan Editor

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Berita Terbaru

penghargaan nasional