26.4 C
Jayapura
Tue, 22 Sep 2026

Tabrak Ibu & 4 Anak di Budi Utomo, Sopir Avanza Kabur Saat Antar Korban ke RSUD

Breaking News

TIMIKA, PAPUANET.COM — Kasus kecelakaan lalu lintas yang menimpa seorang ibu dan empat anak di perempatan Jalan Budi Utomo – Jalan Busiri (Kawasan Senyum 5000), Timika, pada Jumat malam (4/9/2026) sekitar pukul 23.00 WIT memicu kecaman publik. Pengemudi mobil Toyota Avanza maut tersebut dilaporkan melarikan diri dari RSUD Mimika sesaat setelah dipaksa warga mengantarkan para korban.

Berdasarkan keterangan keluarga korban kepada jurnalis PapuaNet.com pada Sabtu pagi (5/9/2026), insiden bermula saat mobil Avanza melaju dengan kecepatan tinggi dari arah Jalan Busiri Ujung masuk melalui Budi Utomo menuju Jalan Hasanuddin. Mobil tersebut langsung menghantam sepeda motor yang dikendarai oleh Yolanda M bersama empat anaknya, yakni JR, IR, ER, dan N. Benturan keras ini membuat kelima korban terhempas hingga mengalami luka-luka di sekujur tubuh.

Melihat pelaku sempat mencoba kabur setelah tabrakan, warga dan para tukang ojek di sekitar lokasi langsung tancap gas mengejar dan berhasil menciduk pelaku. Tanpa adanya aksi main hakim sendiri, warga memaksa pengemudi tersebut untuk bertanggung jawab dan membawa seluruh korban ke RSUD Mimika menggunakan mobilnya.

Namun, tindakan pengecut kembali ditunjukkan oleh pelaku yang belum diketahui identitasnya itu. Memanfaatkan situasi yang kacau serta kondisi para korban yang sedang mengerang kesakitan di area rumah sakit, pengemudi Avanza tersebut langsung mengambil kesempatan untuk kabur melarikan diri. Akibat situasi darurat dan fokus menyelamatkan korban yang kesakitan, pihak keluarga sama sekali tidak sempat mencatat nomor pelat (DS) mobil pelaku.

Kerabat dekat korban, Bellvista Oratmangun dan Ernesata Welerubun, mengecam keras tindakan pelaku dan mendesak Polres Mimika untuk segera turun tangan melacak keberadaan pengemudi tersebut.

“Kami meminta pihak kepolisian segera mencari pelaku dan menyelesaikan masalah ini secara tuntas. Jangan dibiarkan berlarut-larut. Pelaku harus datang dan bertanggung jawab sepenuhnya, termasuk biaya perawatan di rumah sakit. Ini musibah akibat kelalaian pelaku, jadi biaya pengobatan harus ditanggung pelaku, bukan dibebankan kepada keluarga korban,” tegas Bellvista Oratmangun.

Lebih lanjut, Ernesata Welerubun menegaskan bahwa saat warga mengamankan pelaku untuk mengantar korban ke RSUD, sama sekali tidak ada tindakan kekerasan atau pengeroyokan. Warga bertindak kooperatif dan hanya memaksa pelaku kembali untuk mengantar korban ke rumah sakit.

Di sisi lain, keluarga juga berharap pihak manajemen RSUD Mimika memberikan kelonggaran administrasi dan memprioritaskan penanganan medis tanpa hambatan biaya atau birokrasi BPJS yang rumit. Mengingat para korban merupakan korban kejahatan lalu lintas, keluarga meminta agar mereka tidak serta-merta digolongkan sebagai pasien umum mandiri yang harus membayar penuh di tengah situasi berduka.

Keluarga mendesak pihak kepolisian agar segera mengidentifikasi pelaku, salah satunya melalui pelacakan saksi maupun rekaman kamera pengawas (CCTV) di RSUD Mimika dan sepanjang rute jalan, agar kasus ini cepat diusut tuntas demi menghindari potensi keributan atau hal-hal yang tidak diinginkan di masyarakat.(red)

- Advertisement -

Pilihan Editor

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Berita Terbaru

penghargaan nasional