TIMIKA, PAPUANET.COM — Kasus kecelakaan lalu lintas yang melibatkan satu unit mobil Avanza dan sepeda motor di perempatan Jalan Budi Utomo – Jalan Busiri (Kawasan Senyum 5000), Timika, pada Jumat malam (4/9/2026) sekitar pukul 23.00 WIT akhirnya menemui titik terang.
Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) Polres Mimika, Iptu Rudolf Sormin Kakanga, S.H., memberikan klarifikasi resmi guna meluruskan simpang siur informasi yang beredar di masyarakat terkait insiden yang menimpa seorang ibu dan empat anak kecil tersebut.
Kronologi Kejadian: Diduga Motor Tak Menyalakan Lampu
Berdasarkan hasil penyelidikan awal dan keterangan pengemudi mobil Avanza, kecelakaan bermula ketika sepeda motor yang ditumpangi oleh lima orang—seorang ibu yang membonceng empat anak kecil—melintas di area perempatan. Sepeda motor tersebut diduga kuat tidak menyalakan lampu utama.
Akibat kondisi jalan yang gelap dan kemunculan motor yang tiba-tiba di persimpangan, benturan keras dengan mobil Avanza yang sedang melintas tidak dapat terhindarkan.
“Menurut keterangan sopir, motor itu berboncengan lima orang dengan empat anak kecil dan tidak menggunakan lampu. Jadi tiba-tiba muncul dan terjadi tabrakan di perempatan Busiri-Budi Utomo,” ujar Iptu Rudolf Sormin Kakanga saat memberikan keterangan kepada jurnalis PapuaNet.com, Sabtu 5 September 2026.
Sempat Panik, Sopir Putar Balik Antar Korban ke RSUD
Kasat Lantas juga meluruskan isu miring yang menyebutkan bahwa pengemudi Avanza melarikan diri demi melepaskan tanggung jawab. Iptu Rudolf menegaskan bahwa informasi tersebut tidak sepenuhnya benar.
Sesaat setelah tabrakan, pengemudi yang panik memang sempat menjauh dari lokasi kejadian. Aksi tersebut dipantau oleh warga dan para tukang ojek yang sedang berkumpul di pangkalan Senyum 5000. Salah satu warga kemudian mengejar mobil tersebut dan meminta sang sopir untuk berbalik arah guna menolong korban.
Merespons permintaan warga, pengemudi Avanza bersama istrinya langsung memutar balik kendaraan. Mereka kemudian menaikkan sang ibu beserta keempat anak tersebut ke dalam mobil untuk dievakuasi ke RSUD Mimika agar segera mendapatkan penanganan medis.
Kericuhan di RSUD Mimika: Sopir Dikeroyok Oknum Keluarga yang Mabuk
Ketegangan justru memuncak saat rombongan tiba di RSUD Mimika. Pihak keluarga korban yang mendengar kabar musibah tersebut langsung berdatangan ke rumah sakit dalam kondisi emosional.
Ironisnya, sebagian dari oknum keluarga korban disinyalir berada di bawah pengaruh minuman beralkohol. Tanpa mengecek kronologi utuh, mereka langsung melakukan aksi main hakim sendiri dengan mengeroyok dan melakukan kekerasan fisik terhadap sopir Avanza. Bahkan, aparat di lapangan menemukan adanya salah satu oknum keluarga korban yang membawa senjata tajam.
Melihat situasi yang semakin tidak kondusif dan mengancam nyawa, petugas piket RSUD bersama personel kepolisian yang berjaga bergerak cepat. Petugas langsung mengamankan sopir dari amukan massa dan mengevakuasinya ke Kantor Unit Laka Lantas Polres Mimika.
“Jadi sopir mobil itu tidak lari meninggalkan korban, dia justru membawa korban berobat ke rumah sakit. Yang terjadi selanjutnya, dia diserang dan dikeroyok oleh oknum keluarga korban yang dalam keadaan mabuk. Anggota kami terpaksa mengamankan sopir ke Kantor Lantas agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” tegas Kasat Lantas.
Kondisi Korban dan Upaya Mediasi Kekeluargaan
Pihak kepolisian memastikan bahwa seluruh korban yang saat ini dirawat di RSUD Mimika hanya mengalami luka-luka ringan dan kondisinya terus dipantau secara intensif oleh tim medis.
Untuk penyelesaian perkara, Sat Lantas Polres Mimika akan mengedepankan jalur mediasi secara kekeluargaan. Pihak kepolisian berharap kedua belah pihak dapat duduk bersama dengan kepala dingin demi mencapai kesepakatan damai tanpa memperpanjang masalah.
Saat ini, sejumlah saksi kunci termasuk para tukang ojek di sekitar TKP serta petugas RSUD telah dimintai keterangan. Kasat Lantas Polres Mimika juga telah menunjuk langsung Kepala Unit Laka (Kanit Laka) untuk mengawal proses penyelidikan hingga kasus ini benar-benar tuntas secara kondusif.(red)

