BOYOLALI, PAPUANET.COM – Jagat dunia maya dihebohkan oleh aksi jenius seorang bocah asal pelosok Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Ibrahim Al Abrar, seorang siswa kelas 6 SD yang baru berusia 12 tahun, sukses membuat para ahli siber di Amerika Serikat terkejut setelah berhasil menembus dan menemukan celah keamanan (bug) pada situs resmi milik lembaga antariksa paling bergengsi di dunia, NASA.
Aksi luar biasa anak asal Desa Genengsari ini berbuah manis. Bukannya mendapat sanksi hukum, Ibrahim justru menerima surat apresiasi resmi dari NASA melalui program Vulnerability Disclosure Policy (VDP) pada 9 Juli 2026.
Temuannya dinyatakan sangat valid dan berjasa melindungi domain publik NASA dari ancaman peretas jahat (hacker).Modal PC Bekas dan AISiapa sangka, keahlian tingkat tinggi ini dipelajari Ibrahim secara otodidak dari dalam kamarnya di desa.
“Awalnya saya cuma iseng memeriksa sistem domain publik mereka karena penasaran setelah belajar siber secara otodidak. Pas nemu celah broken link itu, saya langsung laporkan lewat program VDP NASA. Saya kaget dan senang sekali waktu dapat balasan email resmi dan sertifikat penghargaan dari mereka. Nggak menyangka anak desa seperti saya bisa membantu mengamankan situs NASA,” kata Ibrahim.
Berawal dari hobi bermain game di ponsel pada tahun 2024, sang ayah Aminudin Salas, mengarahkannya untuk belajar logika pemrograman (coding).Sejak awal tahun 2026, Ibrahim mulai menantang dirinya mempelajari dunia cybersecurity.
Keterbatasan fasilitas tidak membuatnya menyerah. Tanpa kursus mahal, ia hanya bermodalkan sebuah mini PC bekas, tutorial gratis di YouTube, serta bantuan kecerdasan buatan (AI) untuk memecahkan kode-kode rumit. Kini, nama Ibrahim Al Abrar ramai diperbincangkan secara nasional dan internasional. Kisahnya menjadi bukti nyata bahwa anak daerah dari pelosok desa mampu bersaing di panggung teknologi global dan membuat instansi raksasa sekelas NASA angkat topi.
“Dulu di tahun 2024, Ibrahim ini suka sekali main game di HP sampai lupa waktu. Akhirnya saya coba arahkan dan tantang dia untuk belajar coding saja sekalian daripada cuma jadi penonton. Alhamdulillah, dia punya kemauan keras. Meskipun kami di desa dan hanya pakai mini PC bekas, dia bisa belajar sendiri lewat YouTube dan nanya-nanya ke AI. Kami sangat bersyukur dan bangga atas apresiasi langsung dari NASA ini,” ucapnya.(red)

