26.4 C
Jayapura
Tue, 22 Sep 2026

Kantor Distrik Jadi Arena Baku Hantam, APMB Desak Bupati Mimika Pecat Oknum P3K dan Evaluasi Total Kadistrik Mimika Timur

Breaking News

MAPURUJAYA, PAPUANET.COM – Aliansi Pemuda Mapurujaya Bersatu (APMB) mengecam keras insiden keributan yang berujung aksi kekerasan di wilayah Kantor Distrik Mimika Timur. Peristiwa yang melibatkan Kepala Distrik Mimika Timur, istrinya  dan seorang pegawai berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) tersebut kini tengah menjadi sorotan tajam masyarakat.

Perwakilan APMB, Mikhael A. Warawarin, S.IP, menyayangkan runtuhnya wibawa instansi pemerintahan akibat kejadian tersebut. Menurutnya, kantor distrik seharusnya menjadi tempat pelayanan publik yang aman dan profesional, bukan justru menjadi arena perselisihan keluarga yang dipertontonkan di depan para staf.

“Keributan yang terjadi antara istri dari Kepala Distrik Mimika Timur dengan seorang pegawai berstatus P3K berakhir dengan tamparan oleh Kadistrik kepada istrinya sendiri. Hal-hal seperti ini sangat disayangkan. Kantor adalah rumah untuk melayani masyarakat, bukan tempat tontonan staf maupun kasubag,” ujar Mikhael, Senin 10 Agustus 2026.

Mikhael menilai tindakan kekerasan fisik tersebut mencerminkan lemahnya manajemen kepemimpinan di tingkat distrik. Ia menegaskan bahwa seorang pemimpin seharusnya memiliki kebijaksanaan untuk meredam konflik di ruang pribadi, bukan menyelesaikannya dengan cara kekerasan di ruang publik.

“Sebagai pimpinan, harusnya bisa memanggil ke dalam ruangan dan diselesaikan secara baik-baik. Apalagi yang ditampar adalah istri sendiri, ini sangat tidak masuk akal. Di Kantor Distrik pasti ada ruangan khusus yang bisa digunakan untuk menyelesaikan masalah tanpa harus menjadi konsumsi publik,” lanjutnya.

Lebih mengejutkan lagi, Tokoh Pemuda Mimika Timur ini mengungkapkan bahwa insiden serupa yang melibatkan oknum P3K yang sama ternyata pernah terjadi pada tahun lalu di bulan yang sama. Kesamaan pola kejadian ini memicu dugaan adanya pembiaran masalah yang berlarut-larut di lingkungan internal distrik.

Merespons kegaduhan yang terus berulang, APMB meminta Bupati Mimika untuk segera mengambil langkah konkret demi menyelamatkan nama baik birokrasi di daerah tersebut.

“Kami mewakili Aliansi Pemuda Mapurujaya Bersatu meminta kepada Bupati Mimika untuk segera mengambil sikap tegas mengevaluasi total kinerja di Distrik Mimika Timur, dalam hal ini kepala distrik dan bawahan juga. Kalau bisa saya meminta agar oknum P3K tersebut untuk dipecat, karena ini bukan hal baru yang terjadi di Distrik Mimika Timur. Kami meminta pimpinan daerah mengambil langkah konkret untuk evaluasi menyeluruh,” pungkas Mikhael.

Coreng Momen Sakral HUT RI dan HUT Mapurujaya

Kegaduhan ini dinilai sangat mencederai perasaan masyarakat Mimika Timur. Apalagi, warga saat ini tengah bersiap menyambut dua momen besar bersejarah dengan penuh sukacita.

“Kita masyarakat Mimika Timur sedang bersiap menyambut HUT Kemerdekaan RI ke-81 dan HUT Mapurujaya ke-50. Ini adalah momen sakral yang harusnya disambut dengan kegembiraan, bukan dengan berita memalukan seperti ini. Kejadian ini sangat merusak marwah kami,” tegas Mikhael.(red)

- Advertisement -

Pilihan Editor

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Berita Terbaru

penghargaan nasional