PAPUANET.COM, TIMIKA – Pemerintah Kelurahan Kebun Sirih memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Dinas Perkimtan) atas realisasi program penerangan jalan lingkungan. Penerangan ini dinilai menjadi solusi krusial bagi kebutuhan mendasar warga setempat.
Kepala Kelurahan Kebun Sirih, Faustina Endang Suryanti, S.IP., M.Si., mengawal langsung tim survei gabungan untuk memetakan penempatan lampu di wilayahnya pada Senin, 20 Juli 2026. Ia menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kunjungan serta pelayanan langsung yang diberikan oleh Pemkab Mimika melalui Dinas Perkimtan Mimika kepada warganya.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih karena kami bisa dilayani dan dikunjungi langsung oleh tim survei dari Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan dalam hal pelayanan penerangan kepada warga. Kita tahu bersama bahwa wilayah Kebun Sirih ini masih banyak membutuhkan pembenahan, termasuk lampu penerangan jalan,” ujar Faustina kepada PapuaNet.com di sela-sela survei peninjauan lapangan.
Menurut Faustina, pemenuhan lampu penerangan jalan merupakan prioritas utama bagi wilayahnya. Pada tahap ini, Kelurahan Kebun Sirih mendapat alokasi 20 titik lampu penerangan, dengan rincian 10 titik di Kampung Muara, 5 titik di RT 05, dan 5 titik di RT 07.
Meski mengakui masih banyak area yang belum terjangkau, Faustina berharap kuota pemasangan dapat ditambah pada tahun anggaran berikutnya agar seluruh wilayah Kebun Sirih menjadi terang benderang. Terlebih, kehadiran fasilitas ini merupakan langkah konkret pemerintah daerah untuk mengantisipasi gangguan keamanan di lingkungan pemukiman.
“Pemasangan lampu jalan ini sangat positif karena ini salah satu program yang sudah sering kami ajukan lewat Musrenbang. Selain begitu banyak kebutuhan lain yang kami ajukan, ini baru penerangan mulai turun. Walaupun tidak secara keseluruhan, tapi sudah ada perubahan yang dilakukan oleh pemerintah daerah,” lanjutnya.
Faustina mengimbau warganya, khususnya yang berada di sekitar area pemasangan lampu jalan, untuk bersama-sama menjaga keamanan aset lampu jalan tersebut dari kerusakan atau tangan jahil.
Ia menegaskan, karena fasilitas ini merupakan kerinduan lama masyarakat yang diusulkan melalui pengurus RT, warga dipastikan memiliki tanggung jawab moral untuk merawatnya.
Dukungan serupa juga datang langsung dari elemen masyarakat. Apolo U, salah seorang warga Kampung Muara, mengaku sangat gembira dengan rencana realisasi proyek ini mengingat akses jalan utama di kawasan tempat tinggalnya selalu gelap gulita saat malam hari.
Sebagai bentuk dukungan nyata, ia dengan sukarela mengizinkan halaman di sekitar rumahnya digunakan sebagai area penancapan tiang lampu jalan bertenaga surya tersebut.(Namsa A)

