POMAKO, PAPUANET.COM – Puncak perayaan HUT Emas ke-50 Mapurujaya mengukir sejarah baru yang mengharukan. Tampil perdana di panggung besar, Anak-anak Labema (Lahir Besar Mapurujaya) langsung “tancap gas” dengan sukses menghadirkan ribuan warga dalam Pesta Rakyat HUT Emas Mapurujaya yang digelar di Kawasan Outdoor Pelabuhan Perikanan Pomako, Distrik Mimika Timur, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Sabtu 22 Agustus 2026.
Sejak pagi hari, atmosfer Pelabuhan Pomako memutih. Ratusan anak muda Labema tampil elegan mengenakan kaos putih bertuliskan ‘Anak Labema’ dipadukan logo HUT Emas 50 Tahun Mapurujaya. Mereka bersiap menyambut kedatangan jajaran Pemkab Mimika, pimpinan TNI-Polri, Ketua dan Anggota DPRK Mimika, serta para tamu undangan penting lainnya.
Penghormatan Sejarah: Satukan Pemimpin Lintas Generasi
Momen paling memikat sekaligus monumental dalam pesta yubileum ini adalah bentuk penghormatan tinggi Labema terhadap sejarah kota tua Mapurujaya. Mereka berhasil menyatukan kembali para Camat dan Kepala Distrik Mimika Timur dari masa ke masa sejak awal berdirinya wilayah ini.
Hadir langsung di tengah-tengah warga, Drs. Welhelmus Haurissa, Camat pertama periode 1976 yang kemudian mengemban amanah sebagai Sekda Mimika. Beliau membagikan kilas balik emosional tentang awal perjuangan membangun wilayah ini di tengah keterbatasan akses transportasi kala itu.
“Saya dan keluarga sejak jadi camat Mapurujaya, memilih tinggal langsung di Mapurujaya,” kenang Welhelmus dalam sesi Selayang Pandang sejarah yang berdiri sejak 19 Agustus 1976 tersebut.
Tak kalah berkesan, kehadiran Drs. Taslim Tuhuteru, M.Si, nakhoda yang memimpin Mapurujaya pada periode 1979, ikut membawa ingatan warga pada kejayaan masa lalu kota tua ini. Estafet kepemimpinan lintas generasi pun terasa lengkap dengan kehadiran para Kepala Distrik Mimika Timur lainnya, di antaranya: Katarina Saweri, S.STP., M.H. (Kepala Distrik periode 2016–2017), Marike Warinussy, S.E., M.H. (Kepala Distrik periode 2017–2021), Oktovianus Kum (Kepala Distrik periode Desember 2023–awal 2025) dan kehadiran Hendrikus Selitubun, S.H. (Kepala Distrik periode 2005–2009) yang secara khidmat diwakili oleh putranya serta kepala distrik Mimika Timur lainnya.
Deklarasi Perang Melawan Miras dan Narkoba
Tidak sekadar merayakan usia emas, generasi Labema memanfaatkan momentum ini untuk melakukan aksi nyata demi menyelamatkan masa depan daerah. Di hadapan ribuan pasang mata, anak-anak Labema dengan lantang membacakan deklarasi menolak keras peredaran Minuman Keras (Miras) dan Narkoba di wilayah Distrik Mimika Timur dan Kabupaten Mimika secara keseluruhan.
“Mari kita bergandengan tangan bersama TNI, Polri, dan seluruh pemangku kepentingan agar generasi kita tidak dihancurkan oleh narkoba dan miras,” seru Koordinator Anak Labema, Hj. Rampeani Rachman, S.Pd.
Labema Bukan Abal-Abal, Siap Bangkit Bersama
Rampeani Rachman yang juga merupakan Anggota DPRK Mimika Dapil 6 menegaskan bahwa anak-anak yang lahir, tumbuh, dan ditempa di Mapurujaya telah banyak memberikan kontribusi nyata di berbagai sektor strategis.
“Anak-anak Labema bukanlah orang yang abal-abal. Banyak di antara kami yang kini dipercaya menduduki jabatan strategis di pemerintahan. Ada lima anggota DPRK Mimika merupakan anak Labema, ada Kepala Dinas PUPR, Kepala Kesbangpol, hingga mereka yang mengabdi di kejaksaan, kesehatan, pendidikan, dan TNI-Polri,” tegas Srikandi Partai Perindo tersebut.
Politisi perempuan ini juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para orang tua di Mapurujaya, Mioko, Tipuka dan lainnya yang telah mendidik generasi muda hingga mampu kembali untuk mengabdi ke tanah kelahiran.
“Kami hadir hari ini bersama seluruh lapisan masyarakat untuk membuktikan bahwa anak Labema telah kembali untuk membangun dan bangkit bersama Mapurujaya. Kami tidak ingin hanya menjadi penonton di Kabupaten Mimika! Kami ada untuk Mapurujaya dan Kabupaten Mimika,” pungkasnya disambut gemuruh tepuk tangan warga.
Kemeriahan pesta setengah abad ini ditutup dengan aksi penuh keakraban lewat lomba ikat karaka (kepiting) yang diikuti oleh para pejabat daerah, serta tarian Seka Raksasa yang ditarikan oleh ribuan masyarakat yang menyatu dalam kegembiraan.(red)

