PAPUANET.COM,TIMIKA—Suasana emosional dan penuh nostalgia mewarnai agenda Reses Tahap II Tahun 2026 Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Mimika, Dominggus Kapiyau. Saat menjaring aspirasi di wilayah pesisir, ingatan masyarakat Kampung Atuka, Distrik Mimika Tengah, mendadak berputar kembali pada rekam jejak pembangunan era mendiang mantan Bupati Mimika, Klemen Tinal, S.E., M.M.
Di hadapan Anggota Komisi III DPRK Mimika Dominggus Kapiyau di Atuka, Distrik Mimika Tengah, pada Sabtu, 11 Juli 2026, para tokoh adat dan warga setempat secara terbuka mengungkapkan kerinduan mereka terhadap gaya kepemimpinan mendiang Klemen Tinal.
Bagi warga Atuka, Klemen Tinal bukan sekadar mantan pemimpin, melainkan bapak pembangunan yang meletakkan fondasi pertama hunian layak bagi masyarakat suku Kamoro.
“Kami warga di pesisir ini tidak bisa lupa jasa mendiang Bapak Klemen Tinal. Rumah-rumah bantuan yang kami tempati hari ini adalah bukti nyata perhatian beliau sewaktu menjabat Bupati Mimika. Kami rindu sentuhan pembangunan yang menyentuh langsung kebutuhan dasar seperti itu,” ujar salah satu warga Atuka, Hans Hugo Weraweyau di sela-sela dialog reses yang berlangsung di Kantor Distrik Mimika Tengah.

Merespons aspirasi warga, Anggota DPRK Mimika Dominggus Kapiyau mengaku sangat mengapresiasi ingatan kolektif warga Atuka. Menurut Dominggus, kerinduan masyarakat terhadap era Klemen Tinal adalah pelecut semangat bagi dirinya untuk mengawal kebijakan anggaran yang pro-rakyat pesisir.
“Semangat Eme Neme Yauware yang diwariskan almarhum Klemen Tinal harus terus hidup. Apa yang menjadi kerinduan warga Atuka, terutama mengenai keberlanjutan program pembangunan rumah layak huni dan penataan pemukiman pesisir, akan menjadi catatan prioritas saya untuk diperjuangkan di DPRK Mimika,” tegas Dominggus Kapiyau.
Lebih lanjut Anggota DPRK Mimika Jalur Pengangkatan Daerah Mimika, Amar, Mimika Barat Tengah ini menyebut, warga Atuka saat ini masih menikmati buat tangan dari mendiang Klemen Tinal.
“ Jadi pada masa kepemimpinan Bupati Mimika mendiang Klemen Tinal, beliau yang bangun rumah-rumah warga yang ditempati sampai saat ini,” ujar Dominggus.
Lebih lanjut Dominggus menyebut, jika warga Atuka mengeluh dan merasa kecewa karena saat ini, usulan demi usulan warga terus disuarakan kepada pemerintah daerah, kemudiaan petugas dari dinas terkait datang mendata, namun pembangunan rumah tak kunjung terealisasi.
“Warga menyampaikan ini karena dalam satu rumah, ditempati sampai 4 kepala keluarga dengan jumlah jiwa cukup banyak, terus tipe rumah kecil, jadi mereka tidak nyaman,” ujarnya.
Ia berharap, pemerintah Kabupaten Mimika untuk membangun rumah yang layak yang dilengkapi toilet, kamar mandi, dan perabot pendukung lainnya, seperti kasur, bantal dan tempat tidur.
Selain sektor perumahan, dalam reses tersebut warga Atuka menitipkan harapan besar kepada Dominggus Kapiyau, agar pemerintah memperhatikan fasilitas air bersih dan penguatan ekonomi nelayan lokal di wilayah Mimika Tengah.(red)

