26.4 C
Jayapura
Tue, 22 Sep 2026

“Kebaikan yang Abadi”: Anak Labema Beri Penghargaan Pengabdian untuk Pemimpin Mimika Timur dari Masa ke Masa

Breaking News

POMAKO, PAPUANET.COM – Ada sebuah ungkapan indah bahwa kebaikan yang ditanam dengan tulus akan tumbuh menjadi cerita yang abadi. Lembaran kisah penuh peluh, ketulusan, dan cinta selama setengah abad di tanah Mapurujaya dikenang lewat sebuah momen yang sangat monumental dan mengharukan.

Tampil mengusung tema Satukan 1.000 Wajah Anak Labema Membangun Mapurujaya’, Anak-anak Labema (Lahir Besar Mapurujaya) secara khusus menggelar prosesi Penyerahan Penghargaan Pengabdian kepada para Camat dan Kepala Distrik Mimika Timur dari masa ke masa ini disaksikan Koordinator Anak Labema, Hj. Rampeani Rachman, S.Pd. Penghargaan ini diserahkan langsung di panggung Pesta Rakyat HUT Emas 50 Tahun Mapurujaya yang digelar di Kawasan Outdoor Pelabuhan Perikanan Pomako, Distrik Mimika Timur, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Sabtu 22 Agustus 2026.

Apresiasi setinggi-tingginya ini diberikan atas dedikasi, loyalitas, serta sinergi luar biasa para pemimpin dalam membangun masyarakat dan menjaga gerbang kemajuan di Tanah Mimika Wee, Distrik Mimika Timur.

Suasana di panggung utama berubah khidmat saat para pejabat teras dan tokoh sentral daerah maju bersama untuk menyerahkan plakat penghargaan yang disiapkan Anak Labema kepada para arsitek sejarah Mimika Timur.

Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong, menyerahkan penghargaan kepada Drs. Welhelmus Haurissa (Camat Mimika Timur periode 1976 dan 1989) serta Drs. Taslim Tuhuteru, M.Si (nakhoda yang memimpin Mapurujaya pada periode 1979).

SELAYANG PANDANG SEJARAH: Camat Mimika Timur periode 1976 dan 1989, Drs. Welhelmus Haurissa, saat membagikan kisah perjuangan awal membangun wilayah Mimika Timur dalam sesi Selayang Pandang pada Pesta Rakyat HUT Emas 50 Tahun Mapurujaya di Pomako, Sabtu 22 Agustus 2026. (Foto: Istimewa)

Ketua DPR Kabupaten Mimika, Primus Natikapareyau, A.Md.T, menyerahkan penghargaan kepada dua srikandi pemimpin, yakni Katarina Saweri, S.STP., M.H. (Kepala Distrik periode 2016–2017) dan Marike Warinussy, S.E., M.H. (Kepala Distrik periode 2017–2021).

Anggota Majelis Rakyat Papua (MRP) Provinsi Papua Tengah, Thomas Mutaweyau, S.Pd, menyerahkan penghargaan kepada Oktovianus Kum (Kepala Distrik periode Desember 2023–awal 2025) serta kepada Putra dari Hendrikus Selitubun, S.H. (Kepala Distrik periode 2005–2009) yang hadir mewakili mendiang ayahnya secara khidmat.

Pesan Mendalam Wakil Bupati Mimika: Rangkul Anak Labema dan Suku Kamoro

Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong, pada kesempatan emas itu memberikan atensi mendalam bagi masa depan generasi muda. Ia menekankan pentingnya memberikan perhatian khusus terhadap anak-anak yang lahir dan besar di tengah masyarakat suku Kamoro.

Emanuel mengingatkan bahwa anak-anak yang tumbuh di Mapurujaya berada berdampingan dalam lingkungan berbagai komunitas adat Kamoro yang kuat, seperti Kaugapu, Muare, Pigapu, Hiripau, dan Tipuka. Oleh karena itu, ia meminta para tokoh masyarakat dan para pemegang kebijakan untuk selalu memberikan pembinaan moral, bukan tindakan destruktif.

“Kalau mereka keliru atau salah, kasih mereka nasihat dan ingatkan. Jangan melakukan kekerasan kepada mereka. Berikan mereka tempat yang baik. Itu menjadi tanggung jawab kita semua,” tegas Emanuel Kemong.

Lebih lanjut, Emanuel mendorong anak-anak Labema untuk terus membangun hubungan sinergis dengan berbagai pilar penting kemajuan daerah, termasuk para guru, tenaga kesehatan, hingga sektor swasta. Para pengusaha dari berbagai daerah yang mencari nafkah di Mapurujaya pun diharapkan membuka ruang lebar agar anak-anak setempat bisa ikut berkembang.

“Kita sama-sama jalan, rangkul mereka. Jangan pernah melupakan anak-anak ini. Ketika kalian sudah menjadi orang yang punya jabatan dan memiliki kewenangan, rangkul mereka dan dampingi orang asli di tempat ini,” pungkas orang nomor dua di Kabupaten Mimika tersebut dengan tegas.

Melalui prosesi penghargaan dan pesan moral para pemimpin ini, HUT Emas ke-50 Mapurujaya tidak hanya sekadar menjadi panggung nostalgia sejarah, melainkan momentum kebangkitan bersama untuk melindungi peradaban di tanah Mimika Timur. (red)

- Advertisement -

Pilihan Editor

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Berita Terbaru

penghargaan nasional