26.4 C
Jayapura
Tue, 22 Sep 2026

“Lindungi Mapurujaya: Jaga Belahan Jiwa”, Anak Labema Deklarasi Tolak Miras-Narkoba di Mimika Timur

Breaking News

POMAKO, PAPUANET.COM – Sebuah komitmen total dan sakral lahir dari jantung Distrik Mimika Timur. Di tengah riuh Pesta Rakyat HUT Emas 50 Tahun Mapurujaya, Anak-anak Labema (Lahir Besar Mapurujaya) mengambil langkah berani dengan memimpin pembacaan deklarasi serta aksi penandatanganan spanduk putih sebagai bukti nyata menolak keras peredaran Minuman Keras (Miras) dan Narkoba, pada Sabtu 22 Agustus 2026.

Aksi yang berlangsung di Kawasan Outdoor Pelabuhan Perikanan Pomako ini menjadi momen paling emosional dalam perayaan yubileum tersebut. Sebelum tinta komitmen ditorehkan, Koordinator Anak Labema, Hj. Rampeani Rachman, S.Pd, membakar semangat ribuan warga untuk menyatukan hati, suara, dan tekad demi masa depan generasi muda.

“Spanduk putih ini adalah simbol kesucian niat dan ketegasan sikap kita untuk menutup rapat pintu peredaran minuman keras dan narkotika di bumi Mimika Timur. Bagi Labema, melindungi Mapurujaya adalah menjaga belahan jiwa!” seru Rampeani dengan lantang saat membacakan butir-butir deklarasi.

Sebagai bukti nyata bahwa komitmen ini bukan sekadar kata yang terucap di bibir, melainkan diikat dalam janji yang kokoh, jajaran koordinator beserta anak-anak Labema maju sebagai garda depan untuk menorehkan tanda tangan pertama di atas selembar spanduk putih.

Langkah tegas anak-anak Labema ini langsung disambut dan didukung penuh oleh para petinggi daerah. Secara bergantian, tokoh-tokoh sentral Mimika ikut membubuhkan tanda tangan komitmen bersama. Di antaranya Ketua DPR Kabupaten Mimika beserta Jajaran Anggota DPRK Mimika, Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Pemkab Mimika (yang mewakili Bupati Mimika), unsur FORKOPIMDA Kabupaten Mimika, hingga Pimpinan TNI dan POLRI.

“Mapurujaya secara umum dan Kabupaten Mimika menolak miras dan narkoba, di Mapurujaya khususnya dan Kabupaten Mimika pada umumnya,” tegas Rampeani yang juga merupakan legislator DPRK Mimika Dapil 6 tersebut.

Rampeani menambahkan, penolakan ini merupakan bentuk sinergi menyeluruh agar upaya mencegah dampak buruk miras dan narkoba tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat keamanan saja, melainkan gerakan moral bersama.

“Seluruh elemen masyarakat Mapurujaya harus bersinergi bersama pemerintah, TNI, Polri, dan tokoh agama. Kita ingin memastikan lingkungan Mapurujaya tetap aman, sehat, dan kondusif bagi pertumbuhan anak-cucu kita,” ujarnya.

Goresan-goresan tinta di atas spanduk putih ini kini menjadi saksi bisu bersatunya seluruh elemen pemerintahan, aparat penegak hukum, lembaga adat, pemuda, dan masyarakat. Momentum HUT Emas ke-50 Mapurujaya ini berhasil dikonversi dari sekadar pesta perayaan menjadi sebuah gerakan persatuan yang nyata.

Dari jantung Mapurujaya untuk seluruh Mimika gaung itu terdengar jelas: Stop Miras, Tolak Narkoba! Labema Bersatu Maju, Mimika Timur Maju! (red)

- Advertisement -

Pilihan Editor

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Berita Terbaru

penghargaan nasional