25.7 C
Jayapura
Fri, 07 Aug 2026

Cegah Tragedi 527 Korban Depapre, Hj. Rampeani Rachman Minta Pengelola MBG Mimika Ekstra Hati-Hati!

Breaking News

TIMIKA, PAPUANET.COM – Kasus dugaan keracunan massal program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura, terus meluas. Dinas Kesehatan Provinsi Papua mencatat total korban kini telah menembus angka 527 orang hingga Kamis 6 Agustus 2026.

Guna mencegah tragedi serupa terjadi di Kabupaten Mimika, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Mimika dari Partai Perindo, Hj. Rampeani Rachman, S.Pd., langsung mengambil langkah cepat.

Ia meminta seluruh pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Mimika untuk ekstra hati-hati dalam mengolah dan menyajikan makanan bagi anak-anak sekolah.

“Kita tidak boleh lengah. Kejadian di Depapre yang menyebabkan ratusan anak mengalami keracunan harus menjadi pelajaran berharga bagi kita semua, khususnya pengelola SPPG di Mimika,” ujar Rampeani, kepada jurnalis PapuaNet.com, pada Kamis 6 Agustus 2026.

Anggota Komisi III DPRK Mimika ini menegaskan bahwa pengawasan terhadap standar higienis bahan makanan dan proses memasak harus diperketat dari hulu ke hilir. Ia tidak ingin kelalaian sekecil apa pun mengorbankan keselamatan generasi muda di Mimika.

“Saya tegaskan, jangan sampai kejadian serupa terjadi di Mimika. Pengawasan mulai dari pemilihan bahan baku hingga distribusi ke sekolah-sekolah harus dipastikan aman dan steril,” pungkas politisi Perindo tersebut.

Update Kondisi 527 Korban di Depapre

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua, dr. Beri Wopari, mengonfirmasi bahwa penambahan total 527 korban tersebut terhitung akumulatif sejak tanggal 4 hingga 6 Agustus 2026. Korban mencakup balita, siswa PAUD, SD, SMP, hingga beberapa orang tua.

Para korban mendatangi Puskesmas dan rumah sakit dengan keluhan sakit perut, mual, muntah, diare, demam, hingga badan lemas.

“Angka ini merupakan akumulasi pasien rawat jalan dan rawat inap. Seluruhnya mendapatkan penanganan medis secara maksimal di sejumlah Puskesmas dan rumah sakit,” kata Beri di Sentani, Kamis 6 Agustus 2026.

Meski angka kedatangan pasien baru mulai melandai sejak Rabu malam, pihak medis masih melakukan observasi ketat sebelum mengizinkan pasien pulang guna mengantisipasi efek racun lanjutan.(red)

- Advertisement -

Pilihan Editor

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Berita Terbaru

penghargaan nasional