PUNCAK, PAPUANET.COM – Fenomena El Nino memicu kekeringan ekstrem dan penurunan suhu drastis di Kabupaten Puncak, Papua Tengah. Akibat cuaca buruk berkepanjangan ini, perkebunan umbi-umbian milik warga di Distrik Agandugume, Oneri, dan Lambewi mengalami gagal panen total hingga memicu krisis pangan dan air bersih sejak pertengahan Juli 2026.
Merespons kondisi darurat tersebut, Komando Operasi (Koops) TNI Habema bergerak cepat menyalurkan lebih dari 2 ton bantuan kemanusiaan pada Jumat 31 Juli 2026. Armada udara militer dikerahkan untuk menembus wilayah pegunungan terisolasi demi mengantarkan pasokan logistik penting bagi kelangsungan hidup warga setempat.
Fenomena Embun Beku Rusak Tanaman Warga
Kekeringan di Puncak Papua kali ini diperparah oleh fenomena hail atau embun beku (embun racun) yang melanda area perkebunan di ketinggian di atas 3.000 meter dari permukaan laut. Suhu udara yang merosot tajam hingga berkisar 2–9 derajat celsius membuat tanaman keladi dan ubi jalar—yang menjadi makanan pokok masyarakat setempat—membusuk dan mengering.
Kondisi tanah yang mengeras dan pasokan air bersih yang mulai menyusut memaksa warga di tiga distrik tersebut mengandalkan bantuan dari luar daerah untuk bertahan hidup.
TNI Kerahkan Armada Udara dari Timika
Bantuan yang diterbangkan langsung dari Bandara Mozes Kilangin Timika ini mencakup paket bahan pokok seperti beras, mie instan, gula, susu, serta biskuit untuk bayi. Selain makanan, TNI juga mengirimkan obat-obatan dan tim tenaga medis guna menangani kelompok rentan, terutama anak-anak yang mulai terdampak kelangkaan pangan.
Operasi kemanusiaan ini dijadwalkan berlangsung secara bertahap menggunakan kombinasi pesawat angkut dan helikopter demi memastikan seluruh logistik sampai ke tangan warga di tiga distrik terdampak.
Langkah taktis ini merupakan wujud nyata komitmen TNI dalam misi Operasi Militer Selain Perang (OMSP) untuk menyelamatkan masyarakat di tengah bencana alam.
Komitmen Koops TNI Habema
Panglima Komando Operasi (Koops) TNI Habema menegaskan bahwa seluruh personel jajaran siap mengawal distribusi bantuan ini hingga ke titik paling pelosok. Faktor cuaca pegunungan yang berubah dengan cepat menjadi tantangan utama yang dihadapi para pilot di lapangan.
“Prioritas utama kami saat ini adalah menyelamatkan nyawa warga. Seluruh kekuatan armada udara yang tersedia akan kami optimalkan agar pasokan logistik dan pelayanan medis darurat ini tidak terputus, meskipun kami harus berpacu dengan cuaca ekstrem di Puncak Papua,” ujar Panglima Koops TNI Habema.(red)

