25.2 C
Jayapura
Sun, 21 Jun 2026

Belasan Anak Kamoro Dididik di SD-SMP Islam Mapurujaya, Wujud Nyata Toleransi dan Pluralisme Dunia Pendidikan di Mimika Timur

Breaking News

PAPUANET.COM, TIMIKA – Belasan anak-anak Kamoro dididik di SD-SMP Islam Mapurujaya. Meskipun beragama Katolik tetapi bersekolah di sekolah Islam merupakan wujud nyata toleransi dan moderasi beragama di Mimika, khususnya di Distrik Mimika Timur.

Wujud nyata toleransi dan pluralisme dalam dunia pendidikan diterapkan melalui implementasi kurikulum multikultural yang mengintegrasikan nilai-nilai keberagaman, pembentukan lingkungan belajar inklusif tanpa diskriminasi, serta pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler lintas agama dan budaya untuk membangun empati serta pemahaman mendalam sejak usia dini.

Hal ini membuktikan bahwa perbedaan tidak menghalangi proses belajar, bahkan mampu memperkuat kerukunan sosial di lingkungan pendidikan melalui pendidikan multikultural, sekolah inklusif, dan kurikulum yang menciptakan lingkungan di mana siswa dari berbagai latar belakang suku, agama, dan budaya belajar untuk saling menghargai dan berinteraksi secara harmonis.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Mimika, Dominggus Kapiyau menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya saat mengetahui, sebanyak 16 putra-putri Kamoro saat ini sedang menimba ilmu di sekolah SD-SMP Islam Mapurujaya.

“Saya dengar dalam laporan tadi bahwa ada enam belas orang anak Kamoro sekolah disini. Semua itu dari Tuhan melalui Ibu Hj.Rampeani. Ibu Hajah mendirikan sekolah ini untuk memberikan kesempatan kepada anak-anak kita untuk bersekolah,” ujarnya.

Foto bersama pejabat yang hadir pada acara penamatan dan pelepasan siswa-siswi SD Islam Mapurujaya, Raby. Foto: Anas Namsa/PapuaNet.com

Menurut Dominggus, pembina sekaligus pendiri sekolah SD-SMP Islam Maupurujaya yakni Hj. Rampeani Rachman adalah pejuang toleransi dan harmoni di Mimika, lebih khusus di Distrik Mimika Timur.

“ Tadi kita dengar dalam sambutan Ibu Hajah bahwa beliau dulu sekolah SD di Sekolah Katolik. Meskipun sekolah di SD Katolik, tetapi Ibu Hajah tetap berdiri pada imannya. Jadi adik-adik ingat bahwa para guru di sekolah ini mendidik kalian, supaya dapat mengejar cita-cita kalian,” ucapnya.

Sementara itu, pembina sekaligus pendiri sekolah SD-SMP Islam Maupurujaya yang juga Anggota DPRK Mimika, Hj. Rampeani Rachman mengatakan, selama enam tahun menempuh pendidikan dasar di SD Katolik di Agats, Kabupaten Asmat, Provinsi Papua Selatan.

“Saya juga belajar Doa Bapa Kami, Doa Salam Maria dan juga ikut Paduan Suara serta lomba baca Kitab Suci. Jadi perbedaan bukanlah ancaman, melainkan fondasi kokoh yang memperkaya nilai kebersamaan. Menjadikan keberagaman sebagai kekuatan toleransi memungkinkan masyarakat hidup berdampingan dengan damai, saling melengkapi, dan membangun solidaritas yang tangguh,” ujarnya.(red)

- Advertisement -

Pilihan Editor

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Berita Terbaru