PAPUANET.COM, TIMIKA – Suasana haru bercampur bahagia menyelimuti Gedung Serbaguna SD-SMP Islam Mapurujaya, pada Rabu 17 Juni 2026. Sekolah SD Islam Mapurujaya yang berlokasi di Kaugapu, Mapurujaya, Distrik Mimika itu menggelar kegiatan penamatan dan pelepasan 10 siswa-siswi Kelas 6 Angkatan V Tahun Ajaran 2025/2026.
Pantauan langsung PapuaNet.com, momen pelepasan dan penamatan siswa-siswi ini berlangsung haru serta senyum kebahagiaan saat siswa, guru, dan orang tua saling berpelukan, berpamitan, dan merayakan pencapaian kelulusan anak-anak mereka menuju jenjang pendidikan berikutnya.
Acara yang dimulai pukul 10.00 WIT ini terasa istimewa karena dihadiri langsung dua orang Anggota DPRK Mimika yakni Dominggus Kapiyau dan Hj. Rampeani Rachman,S.Pd yang juga adalah Pembina sekaligus Owner Yayasan Jabal Rahmah Al-Banna Timika.

Acara berlangsung haru dan bahagia ini juga dihadiri Kepala Dinas Pendidikan yang diwakili Pengawas Bidang Pendidikan SD Kabupaten Mimika, Agus Setiawan, Perwakilan Kepala Distrik Mimika Timur, Danki Kompi A 754 ENK, Danramil Mapurujaya, Kepala Sekolah SD Islam Mapurujaya, Yati Rado, S.Pd, Kepala Sekolah SMP Islam Mapurujaya Ustaz H. Abdul Muthalib Elwahan, orang tua dan para siswa-siswi SD dan SMP Islam Mapurujaya.
Prosesi Penamatan dan Pelepasan Siswa-Sisiwi Penuh Makna Mendalam
Prosesi penamatan dan pelepasan siswa-siswi SD Islam Mapurujaya adalah momentum sakral yang menandai berakhirnya suatu jenjang pendidikan. Acara ini bukan sekadar seremonial belaka, melainkan sebuah tradisi penuh makna yang menjadi titik transisi penting bagi peserta didik untuk melangkah ke jenjang berikutnya. Sebanyak 10 siswa kelas 6 didampingi orang tua mengikuti rangkaian acara dari awal hingga akhir.
Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Kepala Sekolah SMP Islam Mapurujaya, Ustad H. Abdul Mustalib Elwahan, S.Pd.
Dalam sambutannya, Anggota DPRK Mimika, Hj. Rampeani Rachman, menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika yang terus memberikan dukungan dan perhatian khusus bagi sekolah-sekolah yang berada di daerah pinggiran atau lokasi sekolahnya jauh dari pusat kota.
“Saya berdiri di sini ingin menjadi corong penguat toleransi antarumat beragama. Khususnya di Kabupaten Mimika, lebih tepatnya di wilayah Distrik Mimika Timur, kita tunjukkan bahwa perbedaan keyakinan bukanlah penghalang untuk hidup rukun. Bersekolah di lingkungan yang berbeda latar belakang agama tidak berarti harus mengubah keyakinan masing-masing. Jika anak-anak memahami ilmunya dengan benar, mereka akan mampu menjaga kerukunan dan toleransi,” ujarnya.

Lebih lanjut Hj. Rampeani menegaskan, sebagai bentuk dukungan agar anak-anak tetap terjaga dan melanjutkan pendidikan, ia memberikan kemudahan bagi para lulusan SD Islam Mapurujaya.
“Saya sampaikan kepada seluruh orang tua murid, ada dispensasi dari saya kepada pihak Yayasan. Anak-anak alumni SD Islam Mapurujaya cukup membayar 50 persen saja dari biaya pendidikan saat melanjutkan ke jenjang SMP Islam Mapurujaya,” ucapnya.
Ia menambahkan target pendidikan yang diharapkan, yakni ketika anak-anak ini lulus dari SMP Islam Mapurujaya nanti, mereka tidak hanya membawa ilmu umum, tetapi juga bekal ilmu agama.
“Minimal mereka menguasai hafalan Al-Qur’an, sehingga saat meninggalkan rumah untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, mereka sudah memiliki bekal yang kuat,” ujarnya. (red)

