21.9 C
Jayapura
Sun, 31 May 2026

Peringatan Hari Pattimura ke-209, Momentum Bagi Rampeani Rachman-Srikandi Maluku Utara di DPRK Mimika Untuk Terus Perjuangkan Kebijakan yang Berpihak pada OAP

Breaking News

PAPUANET.COM, TIMIKA – Perjuangan Thomas Matulessy atau  Kapitan Pattimura dan Christina Martha Tiahahu tetap relevan sebagai simbol perlawanan terhadap penindasan, keberanian, dan nasionalisme, bagi generasi muda di Indonesia, khususnya di Tanah Amungsa Bumi Kamoro. Nilai-nilai mereka diwujudkan melalui semangat kebangsaan, kesetaraan gender, dan dedikasi dalam membangun bangsa.

Pada 2026, sosok Thomas Matulessy dan Christina Martha Tiahahu tetap dihormati sebagai Srikandi dan Kapitan Tanah Maluku yang melambangkan harga diri, keberanian, dan pengorbanan.

Srikandi Maluku Utara, Hj. Rampeani Rachman, S.Pd selaku Anggota DPRK Mimika mengatakan, Peringatan Hari Pattimura ke-209 Tahun 2026 di Mimika menjadi momentum untuk terus memperjuangkan kebijakan yang berpihak bagi rakyat kecil, khususnya Orang Asli Papua (OAP).

Semangat perjuangan Pattimura dan Christina Martha Tiahahu yang diwariskan para leluhur Maluku terus hidup dalam pengabdian generasi masa kini, termasuk melalui suara Srikandi Maluku Utara yang saat ini duduk di Kursi DPRK Mimika.

Anggota DPRK Mimika yang cukup vocal ini menegaskan bahwa dirinya terus mendorong kebijakan yang berpihak bagi OAP, sebab baginya perjuangan tersebut merupakan amanah sejarah yang harus dijaga dan diteruskan di Mimika.

Anggota Komisi III DPRK Mimika ini menjelaskan, memperjuangkan hak Orang Asli Papua adalah bentuk penghormatan terhadap para leluhur yang telah mengorbankan hidup mereka demi tanah dan masa depan generasi masa kini.

“Memperjuangkan hak OAP adalah titipan para pendahulu kita, moyang dan leluhur kita yang telah menjadi tulang belulang di atas tanah ini. Para pendahulu kita dulu datang mengabdikan diri di atas tanah Papua, mulai dari penginjil, guru, hingga misionaris yang melayani dari Kepala Burung, Papua Barat sampai Pegunungan Papua,” kata Rampeani Rachman pada Peringatan Hari Pattimura ke-209 di Kabupaten Mimika, Jumat 15 Mei 2026.

Menurut cucu dari Soleman Banau, anak dari Kapitan Banau bin Alum itu menegaskan dirinya akan terus memperjuangkan hak-hak Orang Asli Papua dari Kursi Parlemen Mimika. Karena baginya, menjadi anggota  legislatif bukan hanya sekadar jabatan politik, tetapi ruang pengabdian untuk menyuarakan kepentingan masyarakat Papua yang membutuhkan perhatian dan keberpihakan nyata.

Politisi Partai Perindo ini mengatakan, pengabdian para leluhur Maluku di tanah Papua menjadi bagian dari sejarah panjang pembangunan sumber daya manusia, pendidikan, dan pelayanan kemanusiaan di Tanah Papua. Karena itu, generasi hari ini memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga nilai persaudaraan dan terus memperjuangkan keadilan bagi masyarakat asli Papua.

Rampeani menegaskan, sebagai anggota legislatif di Kabupaten Mimika, dirinya terus mendorong kebijakan yang berpihak kepada masyarakat asli Papua, terutama dalam bidang pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, dan perlindungan hak-hak masyarakat adat.

Bentuk pelestarian dan pmplementasi perjuangan Kapitan Pattimura dan Christina Martha Tiahahu menjadi refleksi kritis dalam pendidikan. Sebab, perjuangan mereka dijadikan materi pembelajaran dalam  memupuk imajinasi historis dan nasionalisme di kalangan generasi muda.

Selain itu, simbol perlawanan modern saat ini sebagai semangat mereka yang diadopsi untuk melawan “penjajahan modern” seperti kebodohan, keterkungkungan.

Juga keberanian dan keteguhan Christina Martha Tiahahu sebagai pahlawan nasional perempuan termuda, yang mengajarkan generasi muda untuk berani membela kebenaran dan pantang menyerah dalam menghadapi tantangan.(red)

- Advertisement -

Pilihan Editor

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Berita Terbaru