21.9 C
Jayapura
Sun, 31 May 2026

Penyerahan Obor HUT Pattimura Jadi Simbol Persatuan Keluarga Maluku di Timika

Breaking News

PAPUANET.COM, TIMIKA – Momentum peringatan Hari Ulang Tahun Pattimura ke-209 di Kabupaten Mimika berlangsung penuh makna. Penyerahan obor dari Kerukunan Keluarga Besar Seram Bagian Barat (SBB) kepada Kerukunan Keluarga Besar Seram Bagian Timur (KKBSBT) menjadi simbol estafet perjuangan, persatuan, dan penguatan solidaritas masyarakat Maluku di tanah rantau.

Ketua Kerukunan Keluarga Besar Seram Bagian Timur (KKBSBT), Ali Derlean, menegaskan bahwa penyerahan obor tersebut merupakan hasil kesepakatan bersama seluruh keluarga besar Maluku di bawah naungan Ikatan Keluarga Maluku (IKEMAL).

“Tahun depan Seram Bagian Timur dipercaya menjadi tuan rumah pelaksanaan HUT Pattimura ke-210. Ini adalah sebuah kehormatan sekaligus tanggung jawab besar untuk terus menjaga semangat perjuangan Pattimura,” ujar Ali Derlean.

Ia mengatakan, perjuangan Kapitan Pattimura dan para pejuang Maluku harus terus diwariskan kepada generasi muda sebagai simbol keberanian, persaudaraan, dan persatuan.

“Pattimura sudah berjuang bersama teman-temannya demi rakyat dan tanah Maluku. Kita hari ini hanya melanjutkan perjuangan mereka. Momentum HUT Pattimura harus menjadi perekat yang mempererat kesatuan dan persatuan keluarga besar Maluku, khususnya di Kabupaten Mimika,” tegasnya.

Ali Derlean juga berharap seluruh pilar yang berada di bawah naungan IKEMAL dapat terus menjaga kekompakan dan memperkuat koordinasi demi membangun organisasi yang solid dan bermanfaat bagi masyarakat Maluku di Timika.

Menurutnya, IKEMAL sebagai rumah besar masyarakat Maluku memiliki peran penting dalam menjaga kebersamaan lintas suku, daerah, dan golongan.

“Di bawah IKEMAL ada 13 pilar keluarga besar Maluku. Ke depan kami akan duduk bersama seluruh ketua pilar untuk menyusun langkah dan program bersama demi memperkuat persaudaraan dan kontribusi positif bagi daerah,” katanya.

Ia menekankan bahwa masyarakat Maluku di tanah rantau harus mengedepankan persaudaraan tanpa membeda-bedakan asal daerah, suku, maupun warna kulit.

“Jangan lihat dia dari suku mana, daerah mana, atau warna kulitnya apa. Di tanah rantau ini kita semua satu keluarga. Itu harapan saya ke depan,” ujarnya.

Ali Derlean juga mengajak seluruh masyarakat Maluku di Timika untuk menjadi contoh dalam menjaga persatuan dan mendukung pembangunan daerah.

“Kita harus menjadi teladan bagi masyarakat lain bahwa orang Maluku di Timika mampu bersatu, menjaga kebersamaan, dan ikut membangun Kabupaten Mimika dengan damai dan penuh persaudaraan,” tutupnya. (G.Fakaubun)

- Advertisement -

Pilihan Editor

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Berita Terbaru