PAPUANET.COM, TIMIKA — Panitia peringatan Hari Pattimura ke-209 Tahun 2026 di Kabupaten Mimika memastikan seluruh persiapan kegiatan telah mencapai sekitar 90 persen. Kegiatan yang dilaksanakan pada 15 Mei 2026 hadir dengan konsep yang lebih meriah, modern, namun tetap sarat nilai budaya, persaudaraan dan kebangsaan.
Ketua Panitia Hari Pattimura ke-209, Franky Heumasse, mengatakan tahun ini panitia sengaja menghadirkan format acara yang lebih entertaining agar seluruh masyarakat bisa menikmati rangkaian kegiatan dengan lebih hangat dan penuh kebersamaan.
“Kami ingin kegiatan tahun ini lebih hidup, lebih menghibur, tetapi tetap membawa pesan budaya, persaudaraan dan penghormatan kepada perjuangan para leluhur Maluku di Tanah Papua,” ujar Franky Heumasse.
Rangkaian kegiatan akan dimulai sejak pukul 06.30 WIT dengan fun run, dilanjutkan hiburan rakyat, penampilan DJ, atraksi tari dari Freedom Squad, hingga penampilan 13 pilar masyarakat Maluku yang ada di Kabupaten Mimika.
Panitia juga menghadirkan sejumlah penampilan spesial, termasuk musisi lokal, penampilan artis tamu asal Maluku, hingga parade budaya yang melibatkan seluruh elemen masyarakat Maluku di Mimika.
Salah satu agenda yang paling dinanti adalah pawai obor yang akan dibawakan oleh Ina Latu dengan mengusung tema “Raja-Raja Perempuan” sebagai simbol emansipasi dan penghormatan terhadap perempuan Maluku.
Pawai budaya tersebut akan melintasi sejumlah ruas jalan utama di Timika sebelum memasuki lokasi acara puncak yang dijadwalkan berlangsung pukul 15.00 WIT dengan dihadiri Pemerintah Kabupaten Mimika, Forkopimda, tokoh masyarakat, sponsor serta berbagai paguyuban masyarakat Maluku.
Acara puncak nantinya akan dibuka dengan doa tiga agama sebagai simbol kuatnya toleransi dan persatuan masyarakat Maluku di Tanah Papua.
Selain hiburan budaya dan musik, panitia juga menyiapkan pemutaran video kaleidoskop yang berisi kisah perjuangan dan pengabdian masyarakat Maluku di Papua, khususnya di Kabupaten Mimika.
Video tersebut menghadirkan pesan moral dan cerita perjuangan para perintis Maluku yang datang, mengabdi dan hidup berdampingan bersama masyarakat Papua, khususnya suku Amungme dan Kamoro.
Menurut Franky Heumasse, semangat Hari Pattimura bukan hanya seremoni tahunan, tetapi momentum memperkuat persatuan, menjaga keamanan serta mempererat hubungan antarsuku, agama dan budaya di Mimika.
“Kami ingin semangat ‘Mimika Rumah Kita’ benar-benar hidup dalam tindakan nyata. Semua elemen masyarakat harus bersinergi membangun Mimika dengan damai, toleran dan penuh rasa persaudaraan,” tegasnya.
Acara puncak Hari Pattimura ke-209 juga akan dimeriahkan penampilan artis dan ditutup dengan after movie yang merangkum seluruh perjalanan kegiatan dari awal hingga akhir.
Peringatan Hari Pattimura tahun ini diharapkan menjadi simbol kuat bahwa masyarakat Maluku di Mimika tetap menjadi bagian penting dalam menjaga persatuan, kedamaian dan pembangunan di Tanah Papua. (G.Fakaubun)

