26.4 C
Jayapura
Tue, 22 Sep 2026

RSUD Mimika Sosialisasikan Penguatan Kapasitas HAM bagi Tenaga Kesehatan

Breaking News

PAPUANET.COM, TIMIKA – Sektor pelayanan kesehatan di Kabupaten Mimika terus berbenah demi menghadirkan pelayanan publik yang humanis. Guna mewujudkan hal tersebut, RSUD Kabupaten Mimika bekerja sama dengan Kementerian HAM RI menggelar Sosialisasi Penguatan Kapasitas Hak Asasi Manusia (HAM) bagi seluruh tenaga kesehatan di lingkungan rumah sakit setempat.

Direktur RSUD Mimika, dr. Faustina Helena Burdam, M.P.H., menegaskan bahwa misi menyembuhkan penyakit harus berjalan beriringan dengan komitmen menghormati martabat setiap masyarakat yang datang berobat. Menurutnya, sebagai garda depan pelayanan publik yang berinteraksi langsung dengan warga setiap hari, tenaga kesehatan (nakes) wajib memahami batasan, hak, serta kewajiban konstitusional mereka.

“Rumah sakit adalah wajah pelayanan publik yang setiap hari bertemu langsung dengan warga. Maka pemahaman soal HAM sangat dibutuhkan, baik bagi kami petugas maupun pasien yang menerima layanan,” ujar dr. Helena Burdam di Timika.

Melalui pembekalan ini, para dokter, perawat, dan staf medis diberikan pemahaman mendalam mengenai batasan etika pelayanan agar terhindar dari segala bentuk pelanggaran. Di waktu yang sama, edukasi tersebut sekaligus berfungsi sebagai instrumen perlindungan hukum bagi nakes saat menjalankan kewajiban profesinya.

“Kami jadi mengerti bentuk-bentuk pelanggaran yang harus dihindari, sekaligus tetap terlindungi saat bekerja. Ingat, dalam pelayanan ada dua pihak: petugas punya kewajiban melayani, pasien juga punya hak dan kewajiban untuk saling menghargai,” tambahnya.

Saling Percaya Kunci Percepat Kesembuhan

Manajemen rumah sakit milik pemerintah daerah ini juga menyoroti korelasi positif antara mutu komunikasi dengan tingkat keberhasilan pemulihan medis pasien. Hubungan yang berbasis rasa saling percaya dan menghormati dinilai mampu membangun kenyamanan psikologis yang kuat bagi pasien.

“Kalau komunikasi berjalan baik, apa yang disampaikan dokter atau perawat akan dipahami pasien. Misalnya diminta minum obat teratur atau menjaga pola makan, pasti akan diikuti dan penyembuhan jadi lebih cepat,” papar dr. Helena.

Ia berharap esensi dari sosialisasi ini tidak sekadar menjadi konsumsi internal pihak rumah sakit, melainkan dapat dipahami secara luas oleh seluruh elemen masyarakat di wilayah Mimika. Hal tersebut dinilai krusial guna meminimalkan potensi kesalahpahaman atau sengketa medis di kemudian hari.

“Kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik. Sebaliknya, kami juga berharap masyarakat mengerti prosedur dan mengikuti saran tenaga medis. Mari saling menghormati, agar tujuan utama kita bersama yaitu kesembuhan pasien bisa tercapai,” tutup Direktur RSUD Mimika.(Namsa A)

- Advertisement -

Pilihan Editor

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Berita Terbaru

penghargaan nasional