PAPUANET.COM, TIMIKA – Kepala Distrik Mimika Timur, Raymond Tanser, S.Sos., menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) atas terselenggaranya diskusi publik yang berfokus pada penguatan pemahaman politik kemasyarakatan di wilayah Mimika Timur.
Apresiasi tersebut disampaikan Raymond saat memberikan sambutan dalam acara diskusi publik bertajuk “Membangun Demokrasi dari Kampung” yang berlangsung di Ruangan SMK Amamapare, Mapurujaya, Distrik Mimika Timur (Miktim), Kamis 23 Juli 2026.
Dalam arahannya, Raymond meminta kepada seluruh kepala kampung se-Mimika Timur beserta Badan Musyawarah Kampung (Bamuskan) yang hadir untuk benar-benar menyimak dan memahami esensi dari materi politik yang disampaikan.
“Hal ini sangat penting karena berkaitan langsung dengan persiapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) lima tahun ke depan serta Pemilu. Jadi, bapak, ibu kepala kampung, dan Bamuskan, silakan manfaatkan forum ini untuk bertanya langsung terkait materi diskusi publik ini,” ujar Raymond Tanser tegas.

Diskusi strategis ini diinisiasi oleh Pemkab Mimika melalui Badan Kesbangpol Mimika sebagai instrumen krusial untuk mengembalikan kedaulatan ke tangan warga akar rumput.
Forum ini berfokus pada perluasan pengetahuan politik, peningkatan partisipasi pemuda, serta pelibatan aktif seluruh elemen warga di tingkat kampung.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Bidang (Kabid) Bina Politik Dalam Negeri Bakesbangpol Kabupaten Mimika, Erius Kogoya, S.E., Anggota KPU Kabupaten Mimika, Hieronimus Kia Ruma dan Agustinus Tutupahar, serta jajaran Anggota Bawaslu Kabupaten Mimika.
Di tempat yang sama, Kabid Bina Politik Dalam Negeri Bakesbangpol Mimika, Erius Kogoya, menjelaskan bahwa Kesbangpol berkomitmen penuh memfasilitasi jalannya pendidikan politik demi mewujudkan iklim demokrasi yang sehat. Langkah ini sekaligus menjadi upaya nyata dalam penguatan demokrasi kampung serta menjaga stabilitas keamanan wilayah.
Erius mendorong agar kepala kampung beserta perangkatnya di tingkat distrik mampu menempatkan diri sebagai benteng pertahanan demokrasi yang kuat.
Forum diskusi ini sekaligus menjadi ajakan terbuka bagi kepala kampung di Mimika Timur untuk memanfaatkan ruang-ruang dialog formal dalam menyalurkan aspirasi politik mereka secara sehat, cerdas, dan bermartabat.
Kehadiran komisioner KPU dan Bawaslu yang menghadiri diskusi tersebut bersama Pemerintah Distrik Mimika Timur terbukti menciptakan sinergi yang solid. Forum ini membuka ruang tanya jawab dua arah yang interaktif. Warga dan aparatur kampung di Mapurujaya memanfaatkan momen ini untuk menyalurkan evaluasi, saran, serta kritik terkait pelaksanaan pesta demokrasi sebelumnya demi perbaikan pelaksanaan pemilu di masa mendatang.
Melalui diskusi publik ini, Kesbangpol Mimika sukses memposisikan diri sebagai jembatan koordinasi yang efektif antara pemerintah daerah, penyelenggara pemilu (KPU & Bawaslu), serta perwakilan masyarakat adat di tingkat kampung di Mimika Timur.(red)

