PAPUANET.COM – Srikandi Perindo yang merupakan Anggota DPRK Mimika, Hj. Rampeani Rachman, S.Pd mengapresiasi perjuangan Asosiasi Pencari Kerja Lokal Cartenz Mimika (APELCAMI) yang mendesak PT Freeport Indonesia, Kontraktor dan Sub Kontraktor yang berada dibawah naungan PTFI agar dalam merekrut tenaga kerja, lebih mengutamakan Pencaker OAP dan Pencaker Labeti ber-KTP Mimika.
Penegasan ini disampaikan Hj. Rampeani Rachman, usai aksi demo damai yang dilakukan ratusan pencari kerja yang tergabung dalam APELCAMI di Kantor DPRK Mimika, Selasa 2 Juni 2026.
“Kami meminta kepada semua perusahaan kontraktor maupun sub kontraktor di bawah PT Freeport Indonesia untuk merekrut tenaga kerja lokal di Mimika. Semua perusahaan itu menjadi kunci jawaban untuk merekrut pencari tenaga kerja lokal yang ada di Kabupaten Mimika,” tegasnya.
Menurut Srikandi Perindo ini, PT Freeport Indonesia yang berdudukan di Kabupaten Mimika ini, seharusnya tidak hanya sebagai perusahaan besar yang namanya membanggakan Kabupaten Mimika, akan tetapi juga harus merekrut tenaga kerja OAP.
“Freeport dan kontraktor memiliki penghasilan besar dan mampu memberikan makan negara ini, bahkan beberapa negara yang ada di dunia ini, tetapi harus PT Freeport Indonesia melalui sub kontraktornya mampu juga menjadi kunci jawaban merekrut tenaga OAP dan membuktikan bahwa Freeport hadir di Kabupaten Mimika menjadi salah satu kunci jawaban yang mengutamakan penerimaan tenaga kerja local,” jelasnya.
Lebih lanjut Rampeani mengatakan, sebagai salah satu perusahaan tambang terbesar di Indonesia, dalam merekrut tenaga kerja harus memprioritaskan Pencaker yang berdomisili dan lahir besar Timika. Selain itu, lanjut dia, penerimaan Pencaker tujuh suku yang ada di Kabupaten Mimika.
“Yang sudah pasti mereka dipekerjakan itu juga sudah melalui prosedur dan regulasi perusahaan yang diberlakukan di perusahaan. Saya percaya bahwa tenaga kerja lokal yang ada di Kabupaten Mimika juga tidak kalah saing dengan tenaga-tenaga kerja yang kita tahu bahwa tiba-tiba didatangkan dari luar yang KTP-nya tidak berdomisili di Kabupaten Mimika, terus kemudian dengan seenaknya saja diterima,” paparnya.
Rampeani dengan tegas mendesak semua perusahaan kontraktor dan sub kontraktor yang ada dibawah PT Freeport Indonesia agar menjadi kunci jawaban dalam menerima kerja lokal yang ada di Kabupaten Mimika.
Aksi demo damai APELCAMI yang dimulai pukul 10.00 -12.00 Wit tersebut, terlihat para pendemo yang dikomandani Ketua Koordinator Demo, Geelvink, membawa spanduk berisi sejumlah tuntutan terkait rekrutmen tenaga kerja OAP dan Labeti ber-KTP Mimika.
Tampak di beberapa spanduk bertuliskan, ‘Disnaker Jangan Jadikan Kami Objek Pelatihan, Jika Lowongan Penuh Nepotisme, Prioritaskan Pencaker Tujuh Suku dan Labeti Ber-KTP Mimika, Stop Diskriminasi, dan sejumlah kalimat menohok yang dialamatkan kepada pihak terkait.(tim)

