21.9 C
Jayapura
Sun, 31 May 2026

Pastor Paroki Emanuel Mapurujaya Apresiasi Semangat Persaudaraan dan Toleransi Umat Muslim di Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah

Breaking News

PAPUANET.COM, MAPURUJAYA — Momentum Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah menghadirkan pesan kuat tentang nilai persaudaraan, kepedulian, dan toleransi antarumat beragama di Kabupaten Mimika.

Melalui pembagian hewan kurban oleh DKM dan Majelis Taklim di Mapurujaya kepada warga Muslim maupun non-Muslim, pada Rabu, 27 Mei 2026 memberikan semangat kebersamaan dan harmoni sosial kembali diteguhkan di tengah kehidupan masyarakat yang majemuk.

Dalam kegiatan tersebut, bantuan hewan kurban dibagikan kepada masyarakat sebagai bentuk kepedulian sosial dan berkah Idul Adha.

Pastor Paroki Emanuel Mapurujaya, Romo Agustinus Yerwuan, OFM saat diwawancarai wartawan PapuaNet.com, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada umat Muslim serta para pihak yang telah berbagi kasih kepada masyarakat lintas agama.

“Saya mengucapkan selamat merayakan Hari Raya Idul Adha kepada seluruh saudara-saudari Muslim. Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa memberkati kita semua dan terus memupuk kebersamaan dalam kehidupan antarumat beragama,” ujarnya.

Pastor Agustinus Yerwuan menuturkan, bahwa hubungan antara umat Kristiani dan Muslim di wilayah Mapurujaya selama ini berjalan dengan sangat baik, penuh rasa saling menghormati dan menjaga keharmonisan sosial. Menurutnya, toleransi tidak cukup hanya sebatas sapaan atau simbol semata, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata yang menjaga harkat dan martabat manusia sebagai ciptaan Tuhan.

“Nilai toleransi harus terus dipupuk dalam kehidupan sehari-hari. Kita semua, baik Muslim maupun Kristiani, adalah manusia ciptaan Tuhan yang dipanggil untuk hidup saling menghargai, saling mengisi, dan menjaga kedamaian bersama,” katanya.

Sejumlah warga Mapurujaya menerima daging hewan kurban di Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. Foto: PapuaNet.com

Lebih lanjut Pastor Agustinus mengatakan, bahwa nilai-nilai toleransi harus dimulai dari lingkungan keluarga.

“Pendidikan karakter dalam keluarga menjadi fondasi utama agar semangat hidup berdampingan dapat tumbuh kuat sejak dini dan terus terjaga hingga dewasa,” ucapnya.

Menurutnya, keharmonisan yang selama ini terbangun di Mimika, khususnya di wilayah Mapurujaya, terus dirawat oleh seluruh elemen masyarakat, termasuk para tokoh agama dan pemimpin umat.

“Para pemimpin agama harus terus membuka ruang dialog, duduk bersama, berdiskusi, dan membangun relasi yang baik. Intensitas pertemuan para pemimpin agama akan menjadi teladan bagi umat dalam menjaga persatuan dan toleransi,” ungkapnya.

Pastor Agustinus berharap semangat kebersamaan lintas agama di Mimika tetap terjaga dan menjadi contoh bagi masyarakat luas bahwa keberagaman bukan alasan untuk terpecah, melainkan kekuatan untuk membangun kehidupan yang damai, harmonis, dan penuh persaudaraan.(G.Fakaubun)

- Advertisement -

Pilihan Editor

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Berita Terbaru